Jumat, 11 Maret 2016

WORKSHOP WAKAF : MENGURAI MASALAH BIAYA PENSERTIFIKATAN TANAH WAKAF.




I.             NAMA KEGIATAN :
Workshop Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

II.          WAKTU PELAKSANAAN :
Hari Kamis tanggal 10 Maret 2016.

III.       TEMPAT :
D’ Garden Resto Purwokerto, Jl. Soeparno No. 97 Arcawinangun Purwokerto.

IV.        PESERTA PEMBINAAN :
Workshop Wakaf dihadiri oleh 50 peserta sesuai dengan undangan.



V.           SUSUNAN ACARA WORKSHOP WAKAF :
A.     Pembukaan.
B.      Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an.
C.      Pembacaan Do’a.
D.     Laporan Penyelenggara.
Oleh : Bpk Agus Setiawan, S. Sos. I
E.      Sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, sekaligus Pembukaan Acara Workshop Wakaf.
Oleh : Bpk. Drs. H. Bambang Sucipto, M. Pd. I.
F.      Penutup.

VI.        URAIAN ACARA PEMBINAAN :
A.   Pembukaan.
Dibuka dengan bacaan Basmallah.

B.   Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an.
Oleh : Bpk. Soderi.



C.   Pembacaan Do’a.
Oleh : Bpk. Zuhdi, memohon pada Alloh swt. agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar, diberi keselamatan dunia dan akhirat, dan dapat mencapai hasil yang menjadi tujuan diselenggarakannya kegiatan Workshop Wakaf.



D.   Laporan Penyelenggara.
Oleh Bpk Agus Setiawan, S. Sos. I. selaku Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaporkan kegiatan Workshop Wakaf kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas tentang kehadiran peserta dan terlaksananya Workshop Wakaf.



E.    Sambutan Pengarahan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas memberikan sambutan sekaligus membuka acara Workshop Wakaf :
1.      Terima kasih atas kehadiran para peserta Workshop Wakaf;
2.    Kegiatan perwakafan harus sesuai dengan syariat islam dan harus patuh pada aturan Pemerintah yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2006;
3.    Perlunya sinergitas yang kuat antar pihak terkait wakaf, khususnya pensertipikatan tanah wakaf.
4.    Wakaf tunai perlu perhatian lebih, karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
5.    Bersama-sama melakukan perlindungan harta benda wakaf melalui inventarisasi wakaf, sertifikasi dan pengembangan aset wakaf demi kemaslahatan umat.
6.    Workshop wakaf sebagai sarana mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan dana pensertifikatan tanah wakaf.


F.    Pemateri.
1.      Pemateri ke-1 (satu) disampaikan oleh Drs. H. Bambang Sucipto, M. Pd. I. tentang Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Wakaf menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan tentang beberapa hal, diantaranya :
a.      Dalam proses perwakafan, pensertipikatan dan pengembangan aset wakaf harus selalu memperhatikan peraturan-peraturan yang ada, baik sudut pandang agama maupun Negara.
b.      Pengembangan wakaf untuk kesejahteraan umat.
c.        Regulasi Pemerintah dalam bidang wakaf sangat penting untuk memperlancar kegiatan perwakafan dan sebagai payung hukum yang jelas. Regulasi tersebut secara konkrit meliputi sertifikasi, inventarisasi dan advokasi bidang perwakafan.



Setelah pemaparan selesai, ada pertanyaan yang muncul dari M. Basiron (Kepala KUA / PPAIW Kecamatan Purwokerto Barat) mengenai perkembangan pembentukan Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Banyumas. Menjawab pertanyaan ini Narasumber menyampaikan bahwa sampai saat ini masih dalam tahap kelengkapan berkas calon pengurus BWI dan menunggu rekomendasi dari Bupati Banyumas. Untuk selanjutnya meminta rekomendasi dari Perwakilan BWI Provinsi Jawa Tengah.

2.    Pemateri ke-2 (dua) disampaikan oleh H. Abdul Hamid Budiadinoto tentang Wakaf dan Permaslahannya.
Dalam pemaparannya, pemateri menyampaikan beberapa hal, yaitu :
a.      Pentingnya ketelitian dari PPAIW dan Nazhir terkait dokumen kelengkapan wakaf, karena ada beberapa hal yang kurang lengkap meskipun hal tersebut sepele, seperti penomeran surat pada berkas wakaf.
b.      Peran BWI sangat vital dalam kegiatan perwakafan di Kabupaten Banyumas, maka sudah seharusnya untuk segera diselesaikan administrasi dan kelengkapan berkas agar Perwakilan BWI Kabupaten Banyumas bisa segera berjalan.
c.        Setiap permasalahan wakaf harus dapat dicarikan solusinya, karena menyangkut keselamatan harta benda wakaf.
d.      Tukar guling tanah wakaf yang sudah terjadi namun belum dilakukan proses administrasinya, harus segera dapat diselesaikan supaya tidak muncul permasalahan dikemudian hari.



Setelah penyampaian materi, ada beberapa hal / pertanyaan yang disampaikan peserta :
a.      Nazhir BHNU Kecamatan Lumbir menanyakan mengenai jumlah materai yang dibutuhkan dalam proses pensertifikatan tanah wakaf di tingkat PPAIW. Narasumber menjelaskan bahwa jumlah materai yang dibutuhkan adalah 6 (enam) lembar materi 6.000.
b.      PPAIW Kecamatan Kebasen menyampaikan permasalahan tukar guling tanah wakaf yang telah terjadi dengan pihak pengembang, namun terjadi permasalahan karena belum diproses administrasinya. selain itu, muncul permasalahan baru dimana sertifikat tanah yang asalnya merupakan milik pengembang, dijadikan agunan ke Bank oleh pihak pengembang sendiri. Setelah dicek oleh nazhir, ternyata ada perbedaan nama hak milik antara foto copy sertifikat yang dipegang nazhir dengan sertifikat hak milik yang dipegang pihak Bank. Narasumber menyatakan prihatin dengan kejadian ini, salah satu solusi yang diberikan adalah cek kebenaran sertifikat, mencoba menghubungi pihak pengembang untuk mencari solusi terbaik dan mempersiapkan advokasi jika ada bukti penipuan.

3.    Pemateri ke-3 (tiga) disampaikan oleh Dr. H. Ridwan, M. Ag. tentang Dana ZIS dan Masjid untuk Pembiayaan Pensertifikatan Tanah Wakaf dalam Perspektif Islam.
Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan mengenai beberapa poin, yaitu :
a.      Negara harus hadir dalam perwakafan untuk mengatur ketertiban dan kepastian hukum bagi pengelolaan harta benda wakaf.
b.      Lahirnya regulasi untuk mempersempit ekses negatif dari tidak disertifikatkannya tanah wakaf.
c.        Sertifikat tanah wakaf sebagai alat jaminan kepastian hukum, maka wajib hukumnya mensertifikatkan tanah wakaf.
d.      Dana Zakat asnaf fi sabilillah dan dana Infaq boleh untuk mensertifikatkan tanah wakaf.



Hal yang disampaikan Drs. Muallif (BHNU Kecamatan Purwokerto Utara) selaku peserta, menyampaikan bahwa dana zakat tidak boleh untuk membangun masjid. Hal ini dibenarkan oleh narasumber, namun juga menegaskan kalau dana zakat untuk mensertifikatkan tanah wakaf adalah diperbolehkan.

4.    Pemateri ke-4 (empat) disampaikan oleh Drs. H. Umar AR. tentang ZIS untuk Pembiayaan Pensertifikatan Tanah Wakaf.
Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan mengenai beberapa poin, yaitu :
a.      Harus ada kerjasama antar elemen untuk kesuksesan wakaf.
b.      Wakaf mendapat legitimasi yang kuat dari negara, hal ini terlihat dari Peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan Pemerintah.
c.        BAZNAS Kabupaten Banyumas menyatakan siap untuk membantu biaya pensertifikatan tanah wakaf, namun harus berkonsultasi dengan Dewan Pertimbangan BAZNAS Kabupaten Banyumas yang akan mengkaji secara syariah dan selanjutnya diterbitkan SOP tentang bantuan pensertifikatan tanah wakaf.

Setelah penyampaian materi, pertanyaan dari peserta relatif sama, yaitu mengenai syarat atau kriteria tanah wakaf yang dapat dibantu biaya pensertifikatannya. narasumber menyatakan bahwa kriteria atau persyaratan bantuan pensertifikatan tanah wakaf dari BAZNAS Kabupaten Banyumas menunggu hasil keputusan dari Dewan Pertimbangan BAZNAS Kabupaten Banyumas.



VII.         KESIMPULAN.
A.     Pensertifikatan tanah wakaf harus dilakukan sebagai langkah penyelamatan tanah wakaf.
B.      Dalam administrasi pensertifkatan tanah wakaf harus dilengkapi persyaratannya sampai hal yang detail demi kelancaran pensertifikatan tanah wakaf di tingkat KUA Kecamatan dan Badan Pertanahan Kabupaten Banyumas.
C.      Dana ZIS dan Masjid dapat dipergunakan untuk pembiayaan pensertifikatan tanah wakaf.
D.     BAZNAS Kabupaten Banyumas siap membantu melalui dana ZIS, namun menunggu keputusan dari Dewan Pertimbangan BAZNAS Kabupaten Banyumas.

Demikian notulen Workshop Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan di Garden Resto Purwokerto untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

                                                                                                           

Purwokerto, 10 Maret 2016


1 komentar:

  1. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

    BalasHapus