Rabu, 31 Juli 2013

BEBERAPA JAWABAN ”BHR” SEPUTAR RU’YAH



T
:
Kenapa awal Romadlon berbeda ?
J
:
Karna dasar dan ketentuan yang digunakan berbeda; ada yang 
menggunakan dasar Hisab dengan ketentuan Wujudul Hilal
ada yang menggunakan dasar Hisab sebagai pemandu dan 
Ru”yah sebagai penentunya, Karna pada malam Senin 
tgl 8 Juli 2013 (penentuan awal romadlon) tidak ada yg
berhasil ru’yatul hilal maka istikmal (menyempurnakan 
tanggal Sya’ban menjadi 30).
T
:
Apa Ru’yah itu ?
J
:
Ru’yah adalah melihat, mengamati hilal secara langsung 
(di pantai /tempat terbuka) saat terbenamnya matahari pada 
hari ke 29 (malam ke 30) dari bulan Hijriyah. Apabila 
pada malam itu hilal dapat terlihat, maka pada malam 
tersebut dimulai tanggal 1 bagi bulan baru atas dasar 
Ru’yatul Hilal; tetapi apabila tidak berhasil melihat hilal, 
maka malam tersebut adalah tanggal 30, dan malam 
 berikutnya dimulai tanggal 1 bulan baru atas dasar istikmal.
T
:
Bagaimana dengan Hari Raya Idul Fitri 1434 H. apa ada
 kemungkinan berbeda ?
J
:
Hari Raya Idul Fitri tahun 1434 H. kompak tidak ada perbedaan.
T
:
Kapan pelaksanaan dan dimana Ru’yah akhir Romadlon 
(menjelang awwal Syawwal) ?
J
:
Ru’yah akhir Romadlon (menjelang awwal Syawwal 1434 H) 
dilaksanakan pada Rabu 7 Agustus 2013 di halaman Masjid 
Giribangun Rt. 05/06 desa Karanggintung Kecamatan Patikraja 
sesuai dengan surat edaran dari Kanwil Kemenag Jateng.
T
:
Berapa ketinggian hilal yang mungkin berhasil untuk di ru’yah ?
J
:
Ada tiga hal yang mempengaruhi keberhasilan ru’yatul hilal 
sesuai kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunai, 
Indonesia, Malaysia, Singapura) :
1.      Tinggi hilal lebih dari 2 derajat
2.      Jarak antara bulan dan matahari lebih dari 3 derajat
3.      Umur bulan lebih dari 8 jam ( jarak waktu antara Ijtima’ 
      sampai terbenam matahari). Dan cuaca juga cerah
T
:
Seberapa mungkin keberhasilan ru’yah akhir Romadlon
(awal Syawal 1434 H)  ?
J
:
Ru’yah dilokasi halaman Masjid Giribangun Rt. 05/06 desa 
Karanggintung Kecamatan Patikraja kurang yakin akan 
keberhasilannya karena merupakan lokasi baru yang belum 
teruji, sedang di pantai Ayah sering  terjadi kabut, tapi 
ditempat lain yakin ada yg berhasil .
T
:
Berapa ketinggian hilal pada tanggal 7 Agustus 2013 /
tanggal 29 Romadlon 1434 H  ?
J
:
Ketinggian hilal tanggal 7 Agustus 2013 / tanggal 
29 Romadlon 1434 H  di lokasi halaman Masjid 
Giribangun Rt. 05/06 desa Karanggintung Kecamatan 
Patikraja 03 derajat 23 menit dan lama di atas ufuq (horizon)
 12 menit 40 detik.
T
:
Mengapa harus melakukan ru’yah, bukankah dengan ketinggian 
tersebut yakin berhasil ?
J
:
Karna dasar yang dipakai adalah ru’yah sedang hisab sebagai 
pemandu, disamping itu ru’yah akhir bulan hijriyah (menjelang 
awal bulan( sifatnya Ibadah karna adanya perintah dari beliau 
Nabi sebagaimana dalam hadits :
Artinya : Berpuasalah kamu sekalian karena melihat hilal, dan 
berbukalah kamu sekalian karena melihat hilal, bila hilal itu
tertutup awan maka takdikanlah ia tigapuluh hari. 
(Riwayat imam Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar